Minggu, 30 Oktober 2011

Siklus Dalam Sistem Informasi Akuntansi Rumah Sakit

Siklus Dalam Sistem Informasi Akuntansi Rumah Sakit

Secara garis besar siklus akuntansi dalam rumah sakit dapat dibagi
menjadi:
1. Siklus pendapatan
Siklus  pendapatan meliputi serangkaian prosedur pemberian jasa
pelayanan oleh rumah sakit kepada pengguna jasa atau pihak lain,
penerimaan kas, dan pengelolaan piutang.
a. Pemberian Produk Jasa Pelayanan
Jasa pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit dapat dibedakan
menjadi dua:
• Jasa Operasional yaitu jasa  yang merupakan kegiatan operasi
utama badan layanan umum.
• Jasa Non Operasional  yaitu jasa yang berfungsi di dalam
peningkatan mutu kinerja Badan Layanan Umum, namun tidak
terkait secara langsung dengan pelayanan kepada pengguna jasa,
misalnya administrasi,
b. Penerimaan Kas
Menurut permendagri 61 tahun 2007  pasal 60, pendapatan BLUD
dapat bersumber dari
• Jasa Pelayanan, pendapatan ini  berupa imbalan yang diperoleh
dari jasa layanan yang diberikan kepada masyarakat.
• Hibah • Pendapatan hibah dapat berupa  hibah terikat dan hibah tidak
terikat
• Hasil kerjasama dengan pihak lain
• Hasil kerjasama dengan pihak lain dapat berupa perolehan dari
kerjasama operasional, sewa menyewa dan usaha lainnya yang
mendukung tugas dan fungsi BLUD
• APBD
• APBN
• Lain-lain pendapatan BLUD yang sah, pendapatan ini dapat
berupa:
1. hasil penjualan kekayaan yang tidak dipisahkan
2. hasil pemanfaatan kekayaan
3. jasa giro
4. pendapatan bunga
5. keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
6. komisi, potongan ataupun bentuk  lain sebagai akibat dari
penjualan dan atau pengadaan barang dan atau jaa oleh BLUD
7. Hasil Investasi
c. Pengelolaan Piutang
Prosedur pengelolaan piutang meliputi penagihan piutang, penerimaan
kas dari penagihan dan pengelolaan piutang.
2. Siklus  Pengeluaran
Siklus pengeluaran berkaitan dengan pengadaan barang  dan/atau jasa
dari pihak lain serta pelunasan terhadap utang dan kewajiban yang timbul
akibat pengadaan barang/jasa. Siklus   ini terdiri dari proses seleksi
pemasok (vendor selection), permintaan pembelian (requisitioning),
pembelian (purchasing), utang usaha (accounts payable), dan akuntansi
pengupahan (payroll accounting). a. Pembelian/pengadaan barang dan jasa
Dalam permendagri No.61 tahun  2007 pasal 99 disebutkan bahwa
pengadaan barang dan atau jasa pada BLUD dilaksanakan
berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi pengadaan barang/jasa
pemerintah. Pada pasal 100 disebutkan bahwa BLUD dengan status
penuh dapat diberikan fleksibilitas  berupa pembebasan sebagian atau
seluruhnya dari ketentuan yang berlaku umum bagi pengadaan barang
dan/atau jasa pemerintah apabila terdapat alasan efektifitas dan
efisiensi
Jenis pengadaan barang/jasa
Pengadaan barang/jasa yang memerlukan penyedia barang/jasa
• Pengadaan Barang
• Pengadaan Jasa Pemborongan
• Pengadaan Jasa Konsultasi
• Pengadaan Jasa Lainnya
Metoda pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya
terdiri dari
• pelelangan umum
• pelelangan terbatas
• pemilihan langsung,
• penunjukan langsung.
b. Pengelolaan Utang
Pengelolaan  utang dilakukan  untuk melakukan pembayaran kepada
rekanan/pemasok.
BLUD diperkenankan untuk melakukan pinjaman atau utang untuk
mendukung kegiatan operasionalnya. Pinjaman tersebut dapat berupa
pinjaman jangka pendek atau pinjaman jangka  panjang.  Pinjaman
jangka pendek digunakan untuk biaya operasional termasuk untuk menutupi keperluan defisit kas.  Sedangkan pinjaman jangka panjang
hanya digunakan untuk pengeluaran investasi/modal.
c. Pengupahan
Sistem pengupahan meliputi seluruh prosedur pengupahan dan
menyajikan informasi terkait dengan  personalia, seperti ketrampilan
pegawai, pajak, dan potongan-potongan karyawan. Dalam  BLU
sistem pengupahan mencakup pengupahan kepada pegawai tetap
yang sekaligus merupakan Pegawai Negeri Sipil dan pegawai tidak
tetap atau honorer dengan  remunerasi dalam bentuk gaji, insentif,
dan/atau honor.
3. siklus produksi/pelayanan
Siklus produksi/pelayanan meliputi serangkaian proses untuk
menghasilkan jasa pelayanan. Dalam BLUD seperti rumah sakit siklus
pelayanan ini meliputi pengelolaan  pelayanan, pengelolaan persediaan
(seperti BMHP), penghitungan biaya (akuntansi biaya) dan pengelolaan
properti.
a. Pengelolaan Pelayanan
Pengelolaan pelayanan merupakan  bagian penting  dalam siklus
produksi/pelayanan. Proses ini berkaitan erat dengan akuntansi biaya
yang digunakan untuk menentukan tarif. Sistem akuntansi biaya dalam
badan layanan umum dilakukan dengan metode biaya per unit (unit
cost).
b. Pengelolaan Persediaan
Dalam BLUD, pengelolaan persediaan  meliputi serangkaian aktivitas
seperti pencatatan persediaan dan  laporan yang terkait dengan
penggunaan persediaan, saldo akhir persediaan, dan tingkat
persediaan minimum atau pun maksimum. penentuan saat pemesanan kembali barang merupakan bagian terpenting yang harus
diperhatikan untuk menjaga ketersediaan barang (reorder point) dan
prosedurnya disusun agar biaya penyimpanan persediaan dapat
diminimalkan.
c. Pengelolaan Aktiva Tetap
Prosedur pengelolaan aktiva tetap pada BLUD meliputi serangkaian
aktivitas sebagai berikut:
• pencatatan yang memadai mengenai deskripsi aset, biaya
perolehan, dan lokasi penempatan aset tersebut;
• penghitungan penyusutan dan/atau amortisasi untuk keperluan
akuntansi dan pajak;
• penentuan nilai pertanggungan asuransi umum dan nilai
pengalihan;
•  dan manajemen laporan terkait dengan rencana dan pengendalian
untuk setiap jenis aset.
4. Siklus Keuangan
Siklus keuangan merupakan siklus yang berkaitan dengan perolehan dan
pengelolaan capital fund (dana modal), seperti modal kerja (sumber dana
kas atau dana likuid lainnya) dan  sumber dana jangka panjang (obligasi
dan saham). Siklus ini meliputi dua aktivitas penting yaitu pengelolaan kas
masuk dan pengelolaan kas keluar.
a. Pengelolaan Kas Masuk
Pengelolaan kas masuk memerlukan serangkaian prosedur
pengendalian yang ketat. Hal ini berkaitan dengan sifat  bawaan kas
(inherent) yang bersifat likuid (mudah dikonversikan dengan mata
uang). Pengelolaan kas masuk meliputi serangkaian aktivitas seperti
penyetoran penerimaan, sentralisasi penanganan kas, dan
pendokumentasian bukti pendukung, dan pemisahan fungsi pencatatan dan penyimpanan kas.
b. Pengelolaan Kas Keluar
Tujuan utama pengelolaan kas keluar adalah untuk melakukan
pemeriksaan terhadap bukti kas keluar, pengelolaan kas kecil, serta
pemisahaan antara bagian otorisasi dan pembayaran.
5. Siklus pelaporan
Siklus pelaporan keuangan meliputi serangkaian aktivitas yang dilakukan
untuk menghasilkan laporan keuangan  yang transparan, akuntabel dan
auditabel.
Refferensi:
Peraturan pemerintah No.23 tahun 2005
Permendagri No.13 tahun 2006
Permendagri No 61 Tahun 2007
Permendagri No 59 Tahun 2007
Weigandt, Jerry J, Donald E. Kieso, dan Paul D. Kimmel.2002.Accounting
Principles.Edisi Keenam. Kanada : John Willey & Son
Wilkinson. Accounting Information System

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar