Minggu, 30 Oktober 2011

Hubungan Antara Sistem Informasi dan Struktur Organisasi Rumah Sakit

Hubungan Antara Sistem Informasi dan Struktur Organisasi
Rumah Sakit

Struktur organisasi rumah sakit merupakan salah satu bagian penting
dalam sistem akuntansi  dan keuangan. Keberhasilan  implementasi sistem
akuntansi dan keuangan sangat tergantung pada struktur organisasi yang baik.
Sistem akuntansi dan keuangan yang baik tidak akan dapat berjalan dengan baik
jika tidak didukung oleh stuktur organisasi dan sumber daya manusia yang
memadai. Struktur organisasi yang baik adalah sistem informasi akuntansi yang
menjamin terlaksananya pengendalian internal.  Pada peraturan pemerintah no
23 tahun 2005 disebutkan bahwa dalam hal instansi pemerintah perlu mengubah
status kelembagaannya untuk menetapkan PPK-BLU, perubahan struktur
kelembagaan dari instansi pemerintah tersebut berpedoman pada ketentuan
yang ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawub di bidang pendayagunaan
aparatur negara. Dalam peraturan menteri dalam negeri no.61 tahun 2007 pasal
34 dikemukakan bahwa secara garis besar Pejabat pengelola BLU terdiri atas,
Pemimpin, Pejabat keuangan dan  Pejabat teknis.  Pemimpin sebagaimana
dimaksud berfungsi sebagai penanggung jawab umum operasional dan
keuangan BLUD. Pejabat keuangan BLUD berfungsi sebagai penanggungjawab
keuangan BLUD dan Pejabat teknis BLUD berfungsi sebagai penanggung jawab
teknis di bidang masing-masing.
Sistem dan struktur organisasi yang  dimiliki oleh rumah sakit memiliki
dampak yang sangat besar tehadap pengembangan sistem informasi akuntansi,
untuk itu sebelum mengembangkan sebuah sistem informasi akuntasi,
hubungan-hubungan berikut ini harus dipertimbangkan:
1. struktur organisasi rumah sakit mendasari aliran informasi yang paling
utama dalam sistem informasi akuntansi. Garis vertikal dalam sebuah struktur organisasi  menunjukkan hubungan pertanggungjawaban dan
wewenang.
2. garis horizontal menunjukkan aliran informasi antar karyawan dalam satu
tingkatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar