Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Rumah Sakit
Terdapat beberapa tahapan yang diperlukan untuk mengembangkan
sistem informasi akuntansi rumah sakit:
1. analisis
tahap awal yang harus dilalui dalam pengembangan sistem informasi
akuntansi adalah melakukan analisis. Analisis diperlukan untuk
mengidentifikasi jenis dan jumlah informasi yang diperlukan oleh
pengguna sistem informasi akuntansi. Sistem analis kemudian
mengidentifikasi sumber informasi yang diperlukan, menentukan
pencatatan dan prosedur yang diperlukan untuk mengumpulkan dan
melaporkan data.
2. design (perancangan)
pada tahap ini sistem informasi akuntansi mulai dirancang. Untuk
membangun sebuah sistem baru, perancangan dimulai dari hal-hal yang
paling mendasar seperti formulir dan dokumen, metode dan prosedur, job
description, pengawasan yang diperlukan, bentuk laporan yang dihasilkan
oleh sistem serta peralatan (hardware dan software) yang diperlukan.
3. implementation
Pada tahap implementasi, sistem informasi akuntansi yang telah
dirancang mulai dioperasikan.
4. follow up tahap ini dilaksanakan setelah sistem informasi akuntansi
diimplementasikan. Hal ini diperlukan untuk memonitor adanya kelemahan
dan kegagalan sistem informasi akuntansi yang telah dioperasikan.
Minggu, 30 Oktober 2011
Hubungan Antara Sistem Informasi dan Struktur Organisasi Rumah Sakit
Hubungan Antara Sistem Informasi dan Struktur Organisasi
Rumah Sakit
Struktur organisasi rumah sakit merupakan salah satu bagian penting
dalam sistem akuntansi dan keuangan. Keberhasilan implementasi sistem
akuntansi dan keuangan sangat tergantung pada struktur organisasi yang baik.
Sistem akuntansi dan keuangan yang baik tidak akan dapat berjalan dengan baik
jika tidak didukung oleh stuktur organisasi dan sumber daya manusia yang
memadai. Struktur organisasi yang baik adalah sistem informasi akuntansi yang
menjamin terlaksananya pengendalian internal. Pada peraturan pemerintah no
23 tahun 2005 disebutkan bahwa dalam hal instansi pemerintah perlu mengubah
status kelembagaannya untuk menetapkan PPK-BLU, perubahan struktur
kelembagaan dari instansi pemerintah tersebut berpedoman pada ketentuan
yang ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawub di bidang pendayagunaan
aparatur negara. Dalam peraturan menteri dalam negeri no.61 tahun 2007 pasal
34 dikemukakan bahwa secara garis besar Pejabat pengelola BLU terdiri atas,
Pemimpin, Pejabat keuangan dan Pejabat teknis. Pemimpin sebagaimana
dimaksud berfungsi sebagai penanggung jawab umum operasional dan
keuangan BLUD. Pejabat keuangan BLUD berfungsi sebagai penanggungjawab
keuangan BLUD dan Pejabat teknis BLUD berfungsi sebagai penanggung jawab
teknis di bidang masing-masing.
Sistem dan struktur organisasi yang dimiliki oleh rumah sakit memiliki
dampak yang sangat besar tehadap pengembangan sistem informasi akuntansi,
untuk itu sebelum mengembangkan sebuah sistem informasi akuntasi,
hubungan-hubungan berikut ini harus dipertimbangkan:
1. struktur organisasi rumah sakit mendasari aliran informasi yang paling
utama dalam sistem informasi akuntansi. Garis vertikal dalam sebuah struktur organisasi menunjukkan hubungan pertanggungjawaban dan
wewenang.
2. garis horizontal menunjukkan aliran informasi antar karyawan dalam satu
tingkatan.
Rumah Sakit
Struktur organisasi rumah sakit merupakan salah satu bagian penting
dalam sistem akuntansi dan keuangan. Keberhasilan implementasi sistem
akuntansi dan keuangan sangat tergantung pada struktur organisasi yang baik.
Sistem akuntansi dan keuangan yang baik tidak akan dapat berjalan dengan baik
jika tidak didukung oleh stuktur organisasi dan sumber daya manusia yang
memadai. Struktur organisasi yang baik adalah sistem informasi akuntansi yang
menjamin terlaksananya pengendalian internal. Pada peraturan pemerintah no
23 tahun 2005 disebutkan bahwa dalam hal instansi pemerintah perlu mengubah
status kelembagaannya untuk menetapkan PPK-BLU, perubahan struktur
kelembagaan dari instansi pemerintah tersebut berpedoman pada ketentuan
yang ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawub di bidang pendayagunaan
aparatur negara. Dalam peraturan menteri dalam negeri no.61 tahun 2007 pasal
34 dikemukakan bahwa secara garis besar Pejabat pengelola BLU terdiri atas,
Pemimpin, Pejabat keuangan dan Pejabat teknis. Pemimpin sebagaimana
dimaksud berfungsi sebagai penanggung jawab umum operasional dan
keuangan BLUD. Pejabat keuangan BLUD berfungsi sebagai penanggungjawab
keuangan BLUD dan Pejabat teknis BLUD berfungsi sebagai penanggung jawab
teknis di bidang masing-masing.
Sistem dan struktur organisasi yang dimiliki oleh rumah sakit memiliki
dampak yang sangat besar tehadap pengembangan sistem informasi akuntansi,
untuk itu sebelum mengembangkan sebuah sistem informasi akuntasi,
hubungan-hubungan berikut ini harus dipertimbangkan:
1. struktur organisasi rumah sakit mendasari aliran informasi yang paling
utama dalam sistem informasi akuntansi. Garis vertikal dalam sebuah struktur organisasi menunjukkan hubungan pertanggungjawaban dan
wewenang.
2. garis horizontal menunjukkan aliran informasi antar karyawan dalam satu
tingkatan.
Prinsip Dasar Penyusunan Sistem Informasi Akuntansi
Prinsip Dasar Penyusunan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Kieso dkk (2002) Sistem informasi akuntansi yang efisien dan
efektif didasarkan pada prinsip-prinsip dasar berikut ini
1. Cost effectiveness (efektifitas biaya)
Dalam membangun suatu sistem informasi akuntansi, harus
mempertimbangkan adanya efektifitas biaya. Manfaat dan keuntungan
yang diperoleh dari implementasi sistem informasi akuntansi harus
melebihi biaya yang diperlukan untuk menyediakan sistem informasi
tersebut.
2. Useful Output
Output yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi harus bermanfaat
bagi semua pihak. Agar dapat dimengerti, informasi harus dapat
dimengerti, relevan, reliable, tepat waktu dan akurat. Oleh karena itu
dalam membangun sistem informasi akuntansi, perancang sistem
informasi akuntansi harus mempertimbangkan kebutuhan dan
pengetahuan dari berbagai macam pengguna.
3. Flexibility (fleksibilitas)
Sistem informasi akuntansi harus fleksibel dan dapat menyesuaikan
dengan perkembangan organisasi. Sistem akuntansi harus dapat
mengakomodasi kebutuhan berbagai macam pengguna dan adanya
perubahan informasi yang diperlukan.
Menurut Kieso dkk (2002) Sistem informasi akuntansi yang efisien dan
efektif didasarkan pada prinsip-prinsip dasar berikut ini
1. Cost effectiveness (efektifitas biaya)
Dalam membangun suatu sistem informasi akuntansi, harus
mempertimbangkan adanya efektifitas biaya. Manfaat dan keuntungan
yang diperoleh dari implementasi sistem informasi akuntansi harus
melebihi biaya yang diperlukan untuk menyediakan sistem informasi
tersebut.
2. Useful Output
Output yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi harus bermanfaat
bagi semua pihak. Agar dapat dimengerti, informasi harus dapat
dimengerti, relevan, reliable, tepat waktu dan akurat. Oleh karena itu
dalam membangun sistem informasi akuntansi, perancang sistem
informasi akuntansi harus mempertimbangkan kebutuhan dan
pengetahuan dari berbagai macam pengguna.
3. Flexibility (fleksibilitas)
Sistem informasi akuntansi harus fleksibel dan dapat menyesuaikan
dengan perkembangan organisasi. Sistem akuntansi harus dapat
mengakomodasi kebutuhan berbagai macam pengguna dan adanya
perubahan informasi yang diperlukan.
Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Rumah Sakit
Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Rumah
Sakit
Tujuan dari penggembangan sistem informasi akuntansi rumah sakit
antara lain adalah sebagai berikut
1. Untuk mendukung dan memudahkan kegiatan operasi sehari-hari rumah
sakit misalnya dalam memproses setiap transaksi yang terjadi dalam
pelayanan rawat jalan sehingga pemberian jasa/pelayanan dapat berjalan
secara efektif dan efisien.
2. Untuk menyediakan informasi dan data-data yang akurat, relevan dan
tepat waktu yang diperlukan untuk mendukung proses pengambilan
keputusan. Sistem informasi akuntansi rumah sakit didesain untuk
mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk membantu dalam
proses pengambilan keputusan. Data yang diperlukan tidak perlu
berlebihan , akan tetapi relevansi dan reliabilitas data lebih diutamakan
dalam pengumpulannya
3. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
4. Untuk meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan rumah
sakit.
5. Menjamin bahwa implementasi sistem dan prosedur dapat berjalan
secara akuntabel khususnya dalam pengadministrasian transaksi yang
berkaitan dengan keuangan.
6. Membantu kelancaran proses akuntansi yang memungkinkan agar
laporan keuangan yang disusun oleh rumah sakit lebih auditable.
7. Menjamin terciptanya pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan
terjadinya berbagai kecurangan dalam pengelolaan keuangan rumah
sakit.
Menurut (wilkinson, 2000), sistem informasi memberikan nilai tambah
bagi organisasi dalam hal berikut ini, 1. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi proses manual, sehingga
akan meminimalkan biaya operasi.
2. Meningkatkan akurasi dan ketepatan pencatatan.
3. Meningkatkan kualitas jasa yang dihasilkan
4. Meingkatkan kualitas perencanaan dan pengawasan
Sakit
Tujuan dari penggembangan sistem informasi akuntansi rumah sakit
antara lain adalah sebagai berikut
1. Untuk mendukung dan memudahkan kegiatan operasi sehari-hari rumah
sakit misalnya dalam memproses setiap transaksi yang terjadi dalam
pelayanan rawat jalan sehingga pemberian jasa/pelayanan dapat berjalan
secara efektif dan efisien.
2. Untuk menyediakan informasi dan data-data yang akurat, relevan dan
tepat waktu yang diperlukan untuk mendukung proses pengambilan
keputusan. Sistem informasi akuntansi rumah sakit didesain untuk
mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk membantu dalam
proses pengambilan keputusan. Data yang diperlukan tidak perlu
berlebihan , akan tetapi relevansi dan reliabilitas data lebih diutamakan
dalam pengumpulannya
3. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.
4. Untuk meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan rumah
sakit.
5. Menjamin bahwa implementasi sistem dan prosedur dapat berjalan
secara akuntabel khususnya dalam pengadministrasian transaksi yang
berkaitan dengan keuangan.
6. Membantu kelancaran proses akuntansi yang memungkinkan agar
laporan keuangan yang disusun oleh rumah sakit lebih auditable.
7. Menjamin terciptanya pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan
terjadinya berbagai kecurangan dalam pengelolaan keuangan rumah
sakit.
Menurut (wilkinson, 2000), sistem informasi memberikan nilai tambah
bagi organisasi dalam hal berikut ini, 1. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi proses manual, sehingga
akan meminimalkan biaya operasi.
2. Meningkatkan akurasi dan ketepatan pencatatan.
3. Meningkatkan kualitas jasa yang dihasilkan
4. Meingkatkan kualitas perencanaan dan pengawasan
Latar Belakang Penyusunan Sistem Informasi Akuntansi
Latar Belakang Penyusunan Sistem Informasi Akuntansi
Latar belakang yang medasari perlunya penyusunan Sistem Informasi
Akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Undang-undang no 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara yang
menyatakan bahwa penyelenggaraan pemerintahan negara untuk
mewujudkan tujuan bernegara menimbulkan hak dan kewajiban negara
yang perlu dikelola dalam suatu sistem pengelolaan keuangan negara.
Selain itu, pengelolaan keuangan negara perlu dilaksanakan secara
terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat, yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
2. Permendagri No.13 tahun 2006 yang menyatakan bahwa entitas
pelaporan dan entitas akuntansi harus menyelenggarakan sistem
akuntansi pemerintah daerah. Sistem akuntansi pemerintah daerah
tersebut meliputi serangkaian prosedur yang dimulai dari proses
pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan
keuangan dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD
yang dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan aplikasi
komputer.
3. Peraturan pemerintah No.23 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan
badan layanan umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.61 tahun
2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah yang menyatakan bahwa Badan Layanan Umum harus
menerapkan sistem informasi manajemen keuangan sesuai dengan
kebutuhan dan praktik bisnis yang sehat. Setiap transaksi keuangan
Badan Layanan Umum harus diakuntansikan dan dokumen
pendukungnya harus dikelola dengan tertib.
Latar belakang yang medasari perlunya penyusunan Sistem Informasi
Akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Undang-undang no 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara yang
menyatakan bahwa penyelenggaraan pemerintahan negara untuk
mewujudkan tujuan bernegara menimbulkan hak dan kewajiban negara
yang perlu dikelola dalam suatu sistem pengelolaan keuangan negara.
Selain itu, pengelolaan keuangan negara perlu dilaksanakan secara
terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat, yang diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
2. Permendagri No.13 tahun 2006 yang menyatakan bahwa entitas
pelaporan dan entitas akuntansi harus menyelenggarakan sistem
akuntansi pemerintah daerah. Sistem akuntansi pemerintah daerah
tersebut meliputi serangkaian prosedur yang dimulai dari proses
pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan
keuangan dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD
yang dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan aplikasi
komputer.
3. Peraturan pemerintah No.23 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan
badan layanan umum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.61 tahun
2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah yang menyatakan bahwa Badan Layanan Umum harus
menerapkan sistem informasi manajemen keuangan sesuai dengan
kebutuhan dan praktik bisnis yang sehat. Setiap transaksi keuangan
Badan Layanan Umum harus diakuntansikan dan dokumen
pendukungnya harus dikelola dengan tertib.
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem adalah sebuah entitas yang terdiri dari bagian-bagian yang
saling berinteraksi yang dikoordinasikan untuk mencapai satu atau lebih tujuan
bersama (Wilkinson). Akuntansi seringkali disebut sebagai “language of
business” atau bahasa bisnis. Menurut Kieso dkk (2002), akuntansi adalah
sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat kejadian-kejadian ekonomi
dalam sebuah organisasi serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak
yang berkepentingan.
Menurut Wilkinson, sistem akuntansi adalah sistem yang digunakan
untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengukur, mencatat, menjumlah dan
mengkomunikasikan informasi ekonomi yang relevan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan. Sedangkan sistem informasi akuntansi didefinisikan sebagai
kesatuan struktur yang mempekerjakan sumberdaya fisik dan komponenkomponennya. Untuk mengubah data-data ekonomi menjadi informasi akuntansi
yang diperlukan oleh penggunanya.
Menurut Kieso dkk (2002), sistem informasi akuntansi adalah sistem
yang mengumpulkan dan memproses data transaksi serta menyajikan informasi
keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sistem informasi
berkembang sepanjang waktu dan menjadi semakin kompleks seiring dengan
perkembangan organisasi. Organisasi saat ini sangat memerlukan sistem
informasi akuntansi untuk mendukung proses bisnis dan bersaing secara
kompetitif .
Sistem adalah sebuah entitas yang terdiri dari bagian-bagian yang
saling berinteraksi yang dikoordinasikan untuk mencapai satu atau lebih tujuan
bersama (Wilkinson). Akuntansi seringkali disebut sebagai “language of
business” atau bahasa bisnis. Menurut Kieso dkk (2002), akuntansi adalah
sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat kejadian-kejadian ekonomi
dalam sebuah organisasi serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak
yang berkepentingan.
Menurut Wilkinson, sistem akuntansi adalah sistem yang digunakan
untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengukur, mencatat, menjumlah dan
mengkomunikasikan informasi ekonomi yang relevan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan. Sedangkan sistem informasi akuntansi didefinisikan sebagai
kesatuan struktur yang mempekerjakan sumberdaya fisik dan komponenkomponennya. Untuk mengubah data-data ekonomi menjadi informasi akuntansi
yang diperlukan oleh penggunanya.
Menurut Kieso dkk (2002), sistem informasi akuntansi adalah sistem
yang mengumpulkan dan memproses data transaksi serta menyajikan informasi
keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Sistem informasi
berkembang sepanjang waktu dan menjadi semakin kompleks seiring dengan
perkembangan organisasi. Organisasi saat ini sangat memerlukan sistem
informasi akuntansi untuk mendukung proses bisnis dan bersaing secara
kompetitif .
Senin, 03 Oktober 2011
Sistem Informasi Akuntansi
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SISTEM
Ø Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.
Elemen sistem :
Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :Input, Transformasi, Output, Mekanisme Kontrol, Tujuan.
Jenis Sistem :
Sistem Lingkaran Terbuka à sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan.
Sistem Lingkaran Tertutup à sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
Sifat Sistem :
1. Sistem terbuka : Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2. Sistem Tertutup : Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.
Sistem Fisik : sistem yang terdiri dari sejumlah sumber daya fisik
Sistem Konseptual : sistem yang menggunakan sumberdaya konseptual (data dan informasi) untuk mewakili suatu sistem fisik.
Evolusi Sistem Informasi Berbasis Komputer
Fokus Awal Pada Data
Pada awal abad ke 20 pemakaian komputer terbatas hanya untuk aplikasi akuntansi dan digunakan nama EDP yang merupakan aplikasi sistem informasi yang paling dasar dalam setiap perusahaan. Sekarang kita menggunakan istilah SIA untuk menggantikan EDP.
Fokus Baru Pada Informasi
Konsep penggunaan komputer untuk mendukung sistem informasi manajemen mulai diperkenalkan pada tahun 1964 oleh para pembuat komputer. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen.
Fokus Revisi Pada Pendukung Keputusan
Sementara SIM terus berkembang dalam menghadapi kelemahan-kelemahannya, muncul pendekatan baru dengan nama DSS, yaitu sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer.
Fokus Sekarang Pada Komunikasi
Penerapan OA (Office Automation) untuk memudahkan komunikasi dan peningkatan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor lainnya melalui penggunaan alat-alat elektronik.
Fokus Potensial Pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk menerapkan Kecerdasan Buatan (AI) bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia.
Definisi SIA :
Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.
Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
3. Menangani data rinci
4. Berfokus historis
5. Menyediakan informasi pemecahan minimal
Perbedaan SIA dan SIM :
· SIA mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan sedang
· SIM mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan semua tipe informasi
2 komponen SIA
- Spesialis Informasi
- Akuntan
Contoh SIA sebagai pusat informasi perusahaan :
Bagian pemasaran mempertimbangkan untuk memperkenalkan jenis produk baru dalam jajaran produksi perusahaan, untuk itu bagian tersebut meminta laporan analisa perkiraan keuntungan yang dapat diperoleh dari usulan produk baru tersebut
Bagian SIA memproyeksikan perkiraan biaya dan perkiraan pendapatan yang berhubungan dengan produk tersebut, kemudian data yang diperoleh diproses oleh EDP. Setelah diproses hasilnya dikembalikan ke bagian SIA untuk kemudian diberikan ke bagian pemasaran.
Selanjutnya kedua bagian akan merundingkan hasil analisa tersebut untuk dicari keputusan yang sesuai.
Dari contoh diatas dapat ditemukan 2 aspek yang berhubungan dengan sistem bisnis modern yaitu :
1. Pentingnya komunikasi antar departemen/subsystem yang mengarah untuk tercapainya suatu keputusan.
2. Peranan SIA dalam menghasilkan informasi yang dapat membantu departemen lainnya untuk mengambil keputusan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
- informasi akuntansi keuangan, Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
- Informasi Akuntansi Manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.
Didalam Akuntansi Manajemen terdapat dua komponen yang digunakan bagi perencanaan dan pengendalian perusahaan, yaitu :
1. Sistem Akuntansi Biaya
2. Sistem Budgeting
Sistem Akuntansi Biaya
à Digunakan untuk membantu manajemen dalam perencanaan dan pengawasan dari aktivitas pengadaan, proses distribusi dan penjualan
Budgeting
à adalah proyeksi keuangan perusahaan untuk masa depan yang bermanfaat untuk menolong manajer dalam perencanaan dan pengawasan
Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :
1. Analisa Perilaku
2. Metode kuantitatif
3. Komputer
Analisa Perilaku
Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut.
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.
Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.
Komputer
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
- Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
- Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
- Sistem pemrosesan transaksi
mendukung proses operasi bisnis harian.
- Sistem buku besar/ pelaporan keuangan
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
- Sistem pelaporan manajemen
yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen memproses berbagai transaksi non-keuangan yang tidak bisa diproses oleh SIA biasa. tapi bagaimana juga sistem juga di lakukan dengan kerja bersama time...dengan mendukung semua ide dari masing2 group yang melakukan kerja dilapangan.....dan bagaimana kita memberikan semangat yang tinggi buat karyawan....perusahaan
Cara Kerja
Untuk memahami bagaimana SIA bekerja, perlu untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut :
- Bagaimana mengoleksi data yang berkaitan dengan aktivitas dan transaksi organisasi?
- Bagaimana mentransformasi data kedalam informasi sehingga manajemen dapat menggunakan untuk menjalankan organisasi?
- Bagaimana menjamin ketersediaan, keandalan, keakuratan informasi ?
Manfaat
Sebuah SIA menambah nilai dengan cara:
- Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
- Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
- Meningkatkan efisiensi
- Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan
- Meningkatkan sharing knowledge
- menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan
Langganan:
Postingan (Atom)